Khutbah Jumat: Takutlah Kepada Allah! Jangan Merasa Aman dari Azab-Nya!

Azab Lautan Petir dan Ombak yang Mencekam

Pada kesempatan kali ini, saya bagikan naskah khutbah yang saya sampaikan pada hari Jumat 17 April 2026. Khutbah ini berjudul “Takutlah Kepada Allah! Jangan Merasa Aman dari Azab-Nya”.

Naskah ini saya susun untuk mengingatkan kembali akan kurangnya rasa takut kita kepada Allah, sekaligus mengajak kita berkaca pada nasib kaum-kaum terdahulu yang binasa akibat merasa aman dari azab-Nya. Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi saya pribadi dan para pembaca sekalian untuk senantiasa menjaga takwa di mana pun berada.

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا. يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا

أما بعد: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مَحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٍ

Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sudah akrab dengan rasa takut.

Kita sering takut terlambat masuk kerja karena takut ditegur atasan...

Kita sering takut melanggar aturan lalu lintas karena takut ditilang...

Kita sering takut pada kegelapan, dan lain sebagainya...

Namun, jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Kita sering kali takut pada sesama makhluk, namun merasa begitu tenang saat bermaksiat kepada Allah...

Kita sering kali takut pada pengawasan manusia, tapi kita merasa aman dari pengawasan Allah...

Kita sering kali takut dengan penilaian atasan kita, tetapi kita tidak peduli dengan penilaian Allah...

Kita sering kali takut pada teguran orang-orang, tetapi kita tidak takut dengan teguran dari Allah...

Padahal, Allah adalah Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Dia Maha Hidup dan Maha terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak pernah mengantuk apalagi tertidur. Dia Maha Mengawasi atas apa yang kita kerjakan. Dia Maha Mengetahui bahkan apa yang terbesit di dalam hati kita.

Namun, sering kali kita tidak merasa takut terhadap Allah ketika bermaksiat. Kita lebih sering takut dengan manusia yang tak luput dari kelalaian, mengantuk, dan juga tertidur.

Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Sebagai introspeksi untuk diri kita, mari kita simak hadis berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اقْرَأْ عَلَيَّ الْقُرْآنَ

Dari Abdullāh (bin Mas’ūd), ia berkata: Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepadaku: “Bacakanlah Al-Quran untuku.”

قَالَ: فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ، أَقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟

Aku (Abdullah) menjawab: “Wahai Rasulullah! Haruskah aku membacakannya untukmu, padahal Al-Quran diturunkan kepadamu?”

قَالَ: إِنِّي أَشْتَهِي أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي

Beliau bersabda: “Sungguh, aku ingin mendengarnya dari orang lain.”

فَقَرَأْتُ النِّسَاءَ حَتَّى إِذَا بَلَغْتُ {فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا} رَفَعْتُ رَأْسِي - أَوْ غَمَزَنِي رَجُلٌ إِلَى جَنْبِي -، فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَرَأَيْتُ دُمُوعَهُ تَسِيلُ.

Maka aku pun membacakan surat An-Nisā'. Hingga ketika aku sampai pada ayat:

{ Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka?} [QS. An-Nisā' (4): 41].

Aku mengangkat kepalaku – atau seseorang di sampingku menyenggolku sehingga aku mengangkat kepalaku – ternyata aku melihat air mata beliau mengalir bercucuran.

[HR. Muslim no. 800]

Dari hadis ini, – jamaah sekalian – kita mengetahui betapa besarnya rasa takut beliau kepada Allah sampai-sampai mata airnya bercucuran ketika dibacakan Al-Quran. Padahal, beliau adalah sosok manusia yang sudah dijamin surga oleh Allah dan dibebaskan dari api neraka. Bahkan, beliau adalah sosok yang dijaga oleh Allah dari perbuatan dosa dan maksiat.

Meskipun demikian, tidak serta merta beliau merasa aman dari azab Allah. Justru beliau adalah sosok yang paling takut kepada Allah. Beliau pernah bersabda:

‌فَوَاللهِ ‌إِنِّي ‌لَأَعْلَمُهُمْ ‌بِاللهِ ‌وَأَشَدُّهُمْ ‌لَهُ ‌خَشْيَةً

Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling mengenal Allah di antara mereka, dan aku adalah orang yang paling takut kepada-Nya.

[HR. Bukhari no. 6101]

Jika Nabi Muhamad ṣallallāhu ‘alaihi wasallam yang sudah dijamin masuk surga saja begitu takut kepada Allah, lalu siapakah kita?

Apakah kita adalah orang yang terbebas dari dosa sehingga pantas bagi kita untuk merasa aman dari azab-Nya?

Ataukah kita adalah orang yang paling dekat dengan-Nya sehingga pantas bagi kita untuk merasa pasti masuk surga?

Ingatlah Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Bahwa azab Allah amatlah pedih! Janganlah pernah kita merasa aman dari azab-Nya! Jika kita terus bermaksiat namun tak terjadi apa pun pada diri kita, jangan-jangan Allah sengaja menunda azab hingga datang di waktu yang tepat.

Mari kita belajar dari kaum Nabi Nuh yang telah diperingatkan berkali-kali oleh Nabinya. Ketika Nabi Nuh berkata kepada kaumnya:

أَلَا تَتَّقُونَ ١٠٦

“Mengapa kamu tidak bertakwa?”

[QS. Asy-Syu’arā' (26): 106]

Maka mereka tidak memedulikan peringatan tersebut. Mereka terus menerus melakukan perbuatan kesirikan dan kemaksiatan tanpa rasa takut sedikit pun. Mereka mengira bahwa azab Allah tidak akan pernah turun karena nyatanya tidak terjadi apa pun saat mereka bermaksiat. Mereka tidak sadar, ternyata Allah menunggu momen yang tepat untuk menurunkan azab-Nya. Hingga pada saat waktu itu telah tiba maka mereka ditenggelamkan oleh Allah:

فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ١١ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ قَدۡ قُدِرَ ١٢

11. Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

12. Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.

[QS. Al-Qamar (54): 11-12]

ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ ١٢٠

Kemudian, Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa (tidak beriman) setelah itu.

[QS. Asy-Syu’arā' (26): 120]

Demikian pula, Kaum ‘Ad. Mereka juga telah diperingatkan oleh Nabi Hud agar takut kepada Allah. Ketika Nabi Hud berkata kepada mereka:

أَلَا تَتَّقُونَ ١٢٤

“Mengapa kamu tidak bertakwa?”

[QS. Asy-Syu’arā' (26): 124]

Maka reaksi mereka tidak jauh berbeda dengan kaum Nabi Nuh. Mereka terus berbuat kesirikan dan kemaksiatan meskipun sudah diperingatkan berkali-kali. Bahkan mereka berani mengatakan:

وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ١٣٨

Kami (sama sekali) tidak akan diazab.”

[QS. Asy-Syu’arā' (26): 138]

Akhirnya Allah pun membinasakan mereka karena telah mendustakan Nabi-Nya.

فَكَذَّبُوهُ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ

Maka, mereka mendustakannya (Hud). Lalu, Kami membinasakan mereka.

[QS. Asy-Syu’arā' (26): 139]

Allah kirimkan kepada mereka angin yang sangat kencang. Allah subḥānahu wata’āla berfirman:

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِيحٗا صَرۡصَرٗا فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ مُّسۡتَمِرّٖ ١٩ تَنزِعُ ٱلنَّاسَ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ٢٠

19. Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,

20. yang membuat manusia bergelimpangan, seakan-akan mereka itu pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.

[QS. Al-Qamar (54): 19-20]

Oleh karena itu, Jamaah kaum muslimin raḥimakumullāh...

Mulai saat ini, marilah kita periksa kembali hati kita.. Jangan-jangan selama ini belum ada rasa takut kepada Allah di dalam hati kita.. Jangan-jangan selama ini kita masih merasa aman dari murka Allah ketika melakukan perbuatan maksiat!

Ketahuilah..! Rasa takut kepada Allah dapat mencegah kita dari kemaksiatan meskipun tidak ada manusia yang mengawasi. Kemudian, ketika di akhirat kelak, tempat yang paling pantas untuknya adalah surga dengan segala kemewahannya. Allah subḥānahu wata’āla berfirman:

وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١

40. Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,

41. sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya).

[QS. An-Nāzi’āt (79): 40-41]

Disebutkan dalam ayat yang lain bahwa Allah subḥānahu wata’āla berfirman:

وَلِمَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ ٤٦

Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga.

[QS. Ar-Raḥmān (55): 46]

Dan yang dimaksud dua surga di sini adalah dua surga dengan segala kemewahannya. Sebagaimana sabda Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam:

جَنَّتَانِ ‌مِنْ ‌فِضَّةٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا، وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا

Dua surga (bagi orang yang takut kepada keagungan Tuhannya) terdiri dari perak, baik wadah-wadahnya maupun apa yang ada di dalamnya. Dan dua surga yang terdiri dari emas, baik wadah-wadahnya maupun apa yang ada di dalamnya.

[HR. Bukhari no. 4878]

Demikianlah khutbah singkat ini saya sampaikan, semoga Allah anugerahkan kepada kita rasa takut akan murka dan azab-Nya. Semoga di akhirat kelak kita termasuk hamba-Nya yang diridai-Nya dan menjadi penghuni surga karena rasa takut kita kepada-Nya.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْـمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ، وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآ، أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ

رَبَّنَا ‌هَبۡ ‌لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَآ ءَاتِنَا ‌فِي ‌ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ